MICE OBBA
MICE Solution
Bagaimana bisnis MICE di era new normal

Dalam kondisi Pandemic COVID19 yang datang secara tiba tiba, kesiapan dan manajemen krisis harus menjadi keharusan dalam bertindak cepat dan akurat.

Diawal pandemic banyak penyelenggara bertanya-tanya apakah pertemuan mereka masih bisa dilanjutkan. Dalam beberapa kasus, jawabannya harus ya, apakah itu berarti di laksanakan kemudian hari atau di susun format acara yang berbeda dan disesuaikan?. Secara keseluruhan, penyelenggara memiliki 3 pilihan yang harus diputuskan.

1.PEMBATALAN

Pembatalan harus dilakukan pada destinasi yang terdampak wabah COVID19, bahkan hampir seluruh acara utama dunia yang melibatkan pengumpulan massa seperti Pameran Dagang Perjalanan ITB, atau Geneva Auto Show, pertemuan antar negara dll.

Ini akan menjadi opsi satu satunya jika penyelenggara tidak dapat menjamin akses kelokasi acara dikarnakan kebijakan pemerintah seperti PSBB, keamanan peserta, atau jika mereka mengantisipasi masalah logistik akibat perjalanan pembatasan. Dalam situasi ini, semua upaya harus dilakukan berkonsentrasi pada komunikasi dan mengurangi efek negatif dari pembatalan dan pengiriman tinggi standar layanan kepada pemasok, sponsor, dan mereka yang telah terdaftar.

Menangani pengembalian uang, klaim asuransi, dan pemenuhan kontrak bisa menjadi jalan yang sulit untuk diselesaikan, namun hendaknya dapat didiskusikan secara kekeluargaan mengedepankan azas saling tidak merugikan, namun jika diskusi deadlock mungkin perlu mencari dukungan para ahli hukum. Jelas dan strategi komunikasi profesional diperlukan dan peserta, pembicara, peserta pameran, pembeli yang ditampung dan sponsor harus diberi tahu secara terbuka tentang alasan pembatalan dan mengapa langkah ini diambil, sertakan juga bukti bukti konkrit kenapa acara harus dibatalkan seperti dokumen kebijakan pemerintah dll. Kamu butuh email khusus untuk semua pihak yang terlibat, diikuti oleh panggilan telepon pribadi kepada pemangku kepentingan terpilih.

2.PENUNDAAN

Beberapa penyelenggara Kegiatan menunda acara mereka sampai batas waktu tertentu atau tidak ditentukan, seperti Olimpiade, Kongres dll, yang mereschedule ulang tanggal acara dari musim semi hingga akhir musim panas dan musim gugur. Penundaan bukanlah keputusan sepihak karena menjadi tuan rumah acara di lain waktu membutuhkan persetujuan dari tempat manajer, pemasok, dan sponsor. Sebelum melanjutkan, ini juga penting untuk mengukur respons peserta juga. Ada baiknya melakukan survey kepada semua peserta acara sebelum diambil keputusan penundaan acara. Kecuali acara yang bersifat pribadi seperti pernikahan tentunya cukup dengan keputusan pemilik acara dan venue dalam hal ini hotel dan konvensi.

Karena sulit untuk memprediksi bagaimana situasi akan berkembang, relevansi menjadi masalah. Penundaan mungkin tidak menjadi opsi untuk acara di mana fokusnya adalah pada pengiriman informasi terkini atau data sensitif waktu, karena konten mungkin tidak relevan dalam beberapa bulan.

3.RELOKASI TEMPAT

Pilihan ketiga adalah mempertahankan tanggal acara namun memilih lokasi baru dimana bebas dari pandemic COVID19. Namun, dikarenakan acara biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan dalam perencanaan, penyelenggara perlu dipersiapkan untuk beroperasi dengan ruangan yang sedikit dan bermanuver terhadap segala situasi yang muncul. Mungkin ada pilihan terbatas dalam hal tempat, pengaturan perjalanan, dan akomodasi serta yang paling penting juga asal daerah peserta acara, sangat dianjurkan tentunya melarang calon peserta dari daerah pandemic untuk menghadiri acara tentunya dikomunikasikan secara baik.

Selain itu, ada pertimbangan keuangan menjatuhkan tempat, atau hotel dapat memengaruhi profitabilitas keseluruhan, seperti kebijakan daerah tempat acara dilaksanakan dan kebijakan daerah atau negara asal peserta. Untuk panitia yang memutuskan melanjutkan dengan relokasi, detail baru harus dikomunikasikan secara tepat waktu, yang membutuhkan mengubah kampanye komunikasi pra-acara.

Tiga pilihan keputusan diatas tentunya mau tidak mau harus dipilih oleh penyelenggara MICE yang melibatkan pertemuan tatap muka di mana banyak orang-orang berkumpul di satu lokasi. Kondisi pandemic COVID19 ini meski menggangu bisnis MICE konvensional tentunya tidak menjadi alasan bagi kita sebagai pelaku MICE untuk berhenti, Keterbatasan tentunya akan membuat kita untuk berfikir semakin kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan MICE yang disesuaikan dengan era NEW NORMAL

Era New Normal dimana Kebersihan, Menjaga jarak aman serta kelengkapan alat alat keamanan kesehatan serta penggunaan teknologi terbaru tentunya akan menjadi kunci dalam suksesnya MICE kedepan.

Menghadapi kondisi dimana Salesperson daripada Hotel atau-pun Convention akan mengalami kesulitan dalam melakukan Sales Visit ke pelanggan pelanggan mereka, tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi dunia perhotelan dan Convention. Dengan tidak leluasanya salesperson mereka dalam berinteraksi dan bertemu calon pelanggan dapat dipastikan Leads yang didapatpun  akan sangat terbatas bahkan NOL

OBBA SEBAGAI SOLUSI UTAMA

Dalam kondisi inilah OBBA Indonesia hadir memberikan solusi kepada pelaku Hotel dan Convention, PIC dan Salesperson agar dengan segala keterbatasan Social Distancing, OBBA memastikan agar aliran leads akan tetap membanjiri hotel sehingga hotel dapat bertahan dan mampu menghasilkan keuntungan maksimal bagi semua pihak yang terlibat dalam MICE Cycle bahkan dalam situasi era New Normal sekalipun.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana OBBA dapat membantu hotel dan convention anda memutar kembali mesin MICE dan mengisi Occupancy hotel anda, silahkan hubungi COO OBBA di WA 082120238812 click  https://wasap.at/4KkL0r atau visit www.obba.co.id

Untuk Corporate/Government PIC dan Salesperson yang ingin mendapatkan UNLIMITED income sampai ratusan juta perbulan dengan Revolutionary Tools ini silahkan install OBBA Indonesia di playstore atau click https://obba.co.id/agent/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *