Rendang Padang
Rendang Padang Asli
Rendang Padang Asli Unimar Rendang Sapi

Rendang Padang sebagai makanan tradisional masyarakat Padang, Sumatera Barat, terpilih di survey CNN berkali kali sebagai makanan terlezat di dunia. Selain kelezatan Rendang, tentunya menarik untuk menelaah  kandungan gizi didalamnya.

Rasa khas kelezatan Rendang Padang terletak pada beraneka ragam rempah dan metode pengolahan yang cukup rumit. Bahan-bahan dasar yang digunakan untuk membuat rendang seperti daging, santan, jahe, kunyit dan bumbu lainnyaharus melalui pengolahan yang bertahap dan panjang agar dapat dinikmati sebagai Rendang Padang asli.

Tahap Panjang Memasak Rendang

Tahapan memasak rendang setidaknya memakan waktu 6 hingga 7 jam dengan suhu sekitar 80-95 derajat celcius. untuk menjadi sebuah hidangan rendang, daging yang dimasak harus melalui tahapan menjadi 3 jenis makanan, yakni gulai, kalio, baru kemudian menjadi rendang padang.

Setelah bahan baku utama rendang yaitu daging, santan, dan bumbu dimasak, beberapa saat kemudian biasanya saus atau kuahnya akan berwarna kekuningan dan masih bersifat cair. Pada tahap ini memakan waktu 1-2 jam, masakan tersebut disebut dengan gulai dan belum bisa disebut rendang.

Ketika sausnya semakin pekat dan berwarna kecokelatan, proses ini biasanya memakan waktu 3-4 jam masakan boleh disebut dengan kalio. Terakhir, ketika sausnya mengering, pekat, dan berwarna cokelat tua kehitaman, daging yang Anda masak baru bisa disebut dengan rendang. Tidak heran, ya, kalau proses memasaknya memakan waktu sampai dengan 7 – 8 jam.

Tentunya menjadi pertanyaan apakah dari proses pengolahan makanan yang panjang berliku tadi  dan memakan waktu lama tersebut, masih tersisakah kandungan gizi dan manfaat mengkonsumsi rendang bagi tubuh?

Gizi di dalam rendang

Proses pengolahan rendang padang yang panjang tidak dapat dimungkiri akan memengaruhi kandungan nutrisinya, baik secara positif maupun negatif. Positifnya, pengolahan yang demikian kompleks akan mempermudah usus dalam mencerna daging, karena tekstur daging menjadi lebih empuk.

Selain itu, jenis protein daging rendang paling mudah dicerna dibandingkan dengan daging mentah dan daging kalio. Sehingga, ketika melalui usus, asam amino dari daging rendang akan paling banyak diserap dan masuk ke dalam tubuh. 

Namun, rendang yang pada dasarnya mengandung lemak dan protein yang tinggi akan mengalami perubahan kadar nutrisi saat dimasak. Karena dimasak paling lama dibanding dengan gulai dan kalio, kadar asam amino esensial di dalam rendang cenderung paling sedikit. Sebaliknya, kandungan persentase lemaknya menjadi paling tinggi.

Hal ini terjadi karena daging yang melewati proses pemanasan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan reaksi antara asam amino (dari protein) dengan gula atau asam amino dengan produk oksidasi lemak yang. Kondisi ini disebut dengan reaksi Maillard.

Reaksi Maillard akan mengubah kualitas makanan, baik dari aroma, rasa, warna, tekstur, dan komponen zat gizinya. Dalam proses pembuatan rendang, asam amino esensial seperti lisin dan leusin pada daging pun menjadi rusak.

Asam amino esensial sendiri merupakan asam amino yang pemenuhan kebutuhannya harus didapatkan dari makanan yang dikonsumsi setiap hari, sebab tidak dapat dihasilkan oleh tubuh.

Penurunan kadar asam amino esensial dari daging mentah ke daging kalio menurun dari 11.42 persen hingga 6.20 persen. Sedangkan, penurunan kadar asam amino esensial dari daging kalio menjadi daging rendang bisa turun hingga 17.55 persen akibat dari proses pemanasan yang lama.

Jika disimpulkan, untuk mempermudah proses pencernaan, daging rendang memang yang paling baik dibanding gulai maupun kalio, karena teksturnya yang lebih mudah dicerna. Namun, dari segi kandungan gizi, rendang menempati peringkat terbawah dari segi kandungan asam amino esensial, bila dibandingkan dengan gulai dan kalio.

 

Jadi, baik atau burukkah rendang bagi kesehatan?

Bahan baku utama rendang yaitu daging sapi atau lembu, sebenarnya mengandung asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh. Namun salah satu bahan pembuat rendang yaitu santan juga mengandung asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Hal inilah yang menyebabkan rendang berisiko untuk kesehatan.

Menurut American Heart Association, asam lemak jenuh dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah, sehingga konsumsi kolesterol total harian sebaiknya dibatasi.

Sebab, peningkatkan kadar kolesterol di dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke. Tidak hanya rendang, gulai dan kalio juga bersifat sama.

Namun, jika Anda ingin tetap mengonsumsi rendang, selama makan imbangi dengan asupan sayuran yang direbus. Di rumah makan khas Padang biasanya disediakan daun singkong rebus yang sehat.

Jenis sayuran ini bisa Anda jadikan menu pendamping rendang. Nasi merah juga bisa menggantikan nasi putih Anda untuk mengurangi lonjakan asupan karbohidrat.

Selain itu, perbanyaklah konsumsi buah-buahan dan kacang-kacangan setelah makan rendang, untuk memenuhi kebutuhan serat serta mineral yang dapat menetralisir lemak jenuh pada rendang.

Akan lebih baik lagi bila Anda memesan rendang dari sumber yang anda percaya sistem pengolahan dan higienisnya seperti di RENDANG UNIMAR.

Rendang yang terpilih sebagai makanan terlezat di dunia ini ternyata menyimpan banyak keunikan Mulai dari Filosofi,  bahan baku, proses pengolahan hingga komponen zat dan gizi di dalamnya.

Anda pencinta Rendang PAdang? Boleh-boleh saja mengonsumsinya, asalkan diimbangi dengan asupan sehat lainnya serta rutinlah berolahraga. Terakhir, jangan lupa untuk memesan Rendang Padang yang Asli dari Minang hanya di RENDANG UNIMAR  WA No 0816794462 atau click link https://wa.wizard.id/449a5e

Referensi tulisan dari adaptasi klikdokter.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *